Google+ Followers

Tuesday, August 1, 2017

Hadiah dari Allah..Ujian kehidupan

\

Hadiah dari Allah..Ujian kehidupan

Setiap saat kita diuji. Diuji dan terus diuji.  Selagi  masih bernafas selagi itu diuji.  Kemanisan dan kepahitan bergantung pada persepsi masing masing.  Setiap insan berbeza ujian yang dihadapi dan ianya  adalah  warna warni  kehidupan.  Ianya hiasan kehidupan.

Sesungguhnya , Allah juga menciptakan sesuatu berpasangan pasangan , ada siang ada malam, ada laki-laki ...ada perempuan dan ada kebahagiaan dan kesedihan . Ianya hiasan kehidupan  yang bersilih berganti . Ada ketika ujian Allah menghadiahkan ribuan kurniaan . Ada saatnya Allah hadiahkan musibah dan bencana  yang harus dihadapi. Namun sangat beruntunglah orang arang yang sabar dalam ujian Allah kerana Allah cintakan hambanya.   Mamun , ketika diri diuji, hati sentiasa berkata kata.

Aku diuji lagi?
Kenapa aku diuji lagi?
Adakah aku mampu hadapi ujian seberat ini?


Itu adalah persoalan dan keluhan yang berlegar dalam minda saat dihimpit dengan secubit garam ujian kehidupan.  Adalakala perasaan terlanjur marah pada DIA kerana dihujani dengan perbagai persoalan ujian. Kembali tenangkan diri dan bermuhasabah dengan kata – kata yang positif.

Aku diuji sebab Allah sayangkan hambanya
Aku diuji sebab Allah tahu hambanya boleh hadapinya
Aku diuji sebab aku adalah hamba  yang beruntung dan terpilih

Dan jangan kita lupa bersama ujian itu juga ada pertolongan dari Allah sepertimana yang dinyatakan di dalam Al-Quran

Allah berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan ujian  kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun (Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali.)". Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Q.S. Al Baqarah : 155-157).

Itu janji - janji Allah . Dia tidak akan menguji hambanya dengan sewenang- wenang nya. Samada sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Allah lebih arif bila kita diuji. Sebalik ujian ada keberkatan, kerahmatan dan diberikan petunjuk. Namun sangat beruntung orang-orang yang sabar dalam ujian-Nya karena tidaklah Allah memberikan ujian kecuali Allah mencintai hambanya.

Namun renung renung lah, pasti kita pernah ditimpa ujian dari yang Maha Esa, namum pada saat itu mampu ke kita menjadi hamba yang bersyukur dengan hadiah pemberian Allah ini?. Hambanya bersifat pelupa. Adakala dalam bahtera kehidupan didunia, hamba nya lalai dan leka sehingga berpanjangan . Ujian , ya ujian Allah sebagai hadiah yang mampu mengejutkan hambanya dari mimpi dunia yang berpanjangan.  “hadiah” Allah bertujuan menguji keimanan hambanya.  Maka , masihkan ada keiman?

Allah S.W.T berfirma “Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)?” (Al-Ankabut: 2)

Ayuh sahabat- sahabatku, anak-anakku dan saudara-saudaraku , bangkit dan sama sama kita bermuhasabahkan diri dan bersangka baik disaat diujia NYA. Pandanglah ..lihatlah ..rasalah  ujian-ujian yang telah dan akan kita lalui sebagai sebuah ‘hadiah’ dari Allah dan bukan lagi satu tekanan negatif. Bersyukur bila saat ..sesungguhnya bersyukur dan berbahagialah kerana ujian itu hadiah daripada Allah.  Terus Istiqamah.






.



No comments: